LAPORAN HASIL OBSERVASI
LAPORAN HASIL OBSERVASI
KETELA POHON
Oleh : Vijja Setiadi / X MIPA / 23
Ketela pohon, ubi kayu, atau singkong (Manihot utilissima) adalah tanaman perdu tahunan tropika dan subtropika dari suku Euphorbiaceae. Umbi singkong dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran. Singkong, ubi kayu atau ketela pohon tergolong tumbuhan jenis umbi akar. Pohon yang mempunyai nama latin Manihot Esculenta ini mempunyai akar pohon yang panjang bergaris tengah kira-kira 2-3 cm dan panjang 50-80 cm tergantung jenis singkong yang ditanam.
Singkong merupakan buah dari tanaman umbi-umbian yang tumbuh didalam tanah. Daging singkong berwarna putih menggelembung bagian tengah dan mengerucut bagian kedua ujungnya. Sedangkan warna kulit singkong biasanya coklat kehitaman atau coklat tua. Singkong berbentuk lonjong dan mempunyai tekstur daging agak keras.
Ciri dari daunnya adalah berbentuk lingkaran dengan bagian ujung daun yang lancip, permukaan yang rata dan tulanf daunnya yang menjari serta berjenis daun tunggal berwarna hijau.
Ketela pohon atau singkong mengandung karbohidrat seperti halnya nasi. Oleh karena itu, disebagian daerah singkong dijadikan makanan pokok. Singkong merupakan pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Daging singkong biasanya berwarna putih atau kekuning-kuniangan memanjang. Singkong juga termasuk umbi yang tidak tahan lama disimpan walau dimasukkan dalam kulkas. Rusaknya ketela pohon ini ditandai dengan munculnya warna biru gelap.
Terdapat beberapa manfaat dari ketela pohon diantaranya daun ketela pohon dapat digunakan sebagai bahan sayuran memiliki protein cukup tinggi dan umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Batang dari pohon singkong bisa digunakan sebagai pagar kebun atau di desa-desa sering digunakan sebagai kayu bakar untuk memasak. Dengan perkembangan teknologi ketela pohon dijadikan bahan dasar pada industri makanan dan bahan baku industri pakan. Selain itu digunakan pula pada industri obat-obatan.

Komentar